Aku Tidak Tau!

9:27:00 AM


Aku tidak Tau rasa sakit apa yang ku rasakan saat ini dalam diriku... ini sungguh berbeda dari sebelumnya... tidak pernah ku rasakan seperti ini... rasa saat dimana aku merasa bukan siapa-siapa di sini, melainkan rasa yang terbuang jauh... terhempas dalam gemerlap bintang yang suram menyirat luka yang ada tertanam dalam di dalam jiwaku :) aku tau tak ada hari yang istimewa untukku saat ini, tapi hari-hariku mungkin selalu yang terbaik untukmu :) aku tau kau tak sanggup lagi merampas kembali airmataku yang terbuang sia-sia hanya karna tak pernah ku dapatkan rasa damai itu lagi... kini mungkin saat yang tepat untuk berfikir bahwa Aku Memang bukanlah siapa-siapa bagimu... terlihat begitu jelas dalam setiap hari-hariku... entahlah mungkin ada yang lain yang bisa menemanimu sejenak sementara ku rapihkan kembali sisa cercahan sayapku di balik gelapnya rindu yang tak pernah tersampaikan... mungkin tuhan marah karena aku terlalu cengeng, tapi ketahuilah tuhan :( meski engkau telah tau, tapi tidaklah cukup bagiku sebelum ku kembali ke pangkuanmu yang damai... aku tidak pernah seperti ini jika sayapku tak berguna lagi dimatanya... tuhan... bisakah engkau cabut kembali rasa cinta ini... untuk apa ku rasakan jika orang yang bertanggungjawab atas rasaku ini tidak memperdulikan kehadiranku...  ini terlalu berat untukku... saat dimana ku jalani masa saat dimana aku mulai sembuh dari demam yang melandaku selama 2 hari yang lalu, tanpa perhatian siapapun, aku ingin bahwa aku bisa berdiri sendiri dan kuat tuk jalani perih ini, tapi tuhan, aku tidak bisa, aku tidak tenang jika belum kusapa kekasihku hari ini, ingin ku dengar sejenak suara indahnya yang mampu merajut pendengaranku, melukis gelombang-gelombang indah dalam memoriku... namun yang ku rindukan menganggapku hanya parasit MALAM INI, MALAM INI, Tuhan :( di antara hela nafas yang terhentak terguncang suara petir dari tangisan rindu yang terlupakan ini, aku berdoa padamu untuk yang terakhir kalinya tuhan... ambil nyawaku :( ambil nyawaku jika itu bisa menebus rasa ketidakpeduliannya terhadapku... aku hanya tidak ingin rasa ini sia-sia untuknya... tidakkah engkau melihat tetesan demi tetesan ini mengoyakkan kain yang ku pangku sambil mengetik hal yang tidak pernah berguna untuknya? Tuhan... sejak dua hari yang lalu engkau memberiku ujian, rasa panas yang merenggut sehatku cukup membuatku rindu pada kekasihku, apakah dia akan selalu bisa mendengar suaraku meski ku paksakan tenggorokanku tuk menelan liur ketika airmata jatuh mengiringi rasa sakit yang ku rasa... liliz... aku tau, aku tau bahwa aku bukan siapa-siapa lagi bagimu meski hati ini selalu berkata kau satu-satunya yang tersisa dari serpihan kebahagiaan yang pernah kurasa sebelumnya... mungkin doaku sudah terkabul tatkala ku doakan kamu supaya tuhan mengutuk perasaanmu selamanya tatkala aku merasa di terjatuh dalam permainan cintamu, namun kau lukis sejenak kebahagiaan saat ku rasakan peluk hangat tubuhmu yang kini menjadi penghias malam-malam diantara gelap dan kelamnya mimpiku... aku mencoba kuat dengan semua ini, sampai ku dapatkan kembali kekasihku yang dulu, yang selalu menemaniku saat ku sakit seperti ini, mungkin sekarang aku tidak bisa bersembunyi di antara  rasa sakitku, rasa sedihku, rasa perihku, dan mungkin aku tidak lagi bisa tuk berpura-pura bahwa aku baik-baik saja di depanmu sebelum tuhan berkata SAATNYA PULANG...


Minggu, 28 Desember 2014, 12:12am

ARTIKEL SEBELUMNYA
« Prev Post
ARTIKEL SELANJUTNYA
Next Post »
Komentar Menggunakan Akun Facebook
0 Komentar Menggunakan Akun Blogger