Showing posts with label RELIGIOUS. Show all posts
Showing posts with label RELIGIOUS. Show all posts
Sebaik-baik Pemimpin Kafir, Dia Tetap Musibah!

Sebaik-baik Pemimpin Kafir, Dia Tetap Musibah!

4:53:00 PM 0


Sebaik-baik Pemimpin Kafir, Dia Tetap Musibah

Allah bercerita tentang doanya Nabi Ibrahim alaihis shalatu was salam,

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sebagai fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami..” (QS. al-Mumtahanah)

Ketika membaca ayat di atas, saya sempat merasa heran dengan doa Ibrahim ini. beliau memohon kepada Allah agar jangan sampai dijadikan fitnah bagi orang kafir. Namun saya merasa sangat yakin, tidak ada yang bermasalah dengan doa ini. Karena doa ini adalah doa seorang nabi, ulul azmi, yang tidak mungkin isinya keliru. Apalagi Allah ceritakan dalam al-Quran, yang bertujuan agar doa ini ditiru oleh generasi setelahnya.

Doa ini akan menjadi mudah kita mengerti, ketika kita memahami kata fitnah. Salah satu diantara arti fitnah adalah adzab (hukuman). Di masa silam, ada raja yang membuat parit besar berisi api, untuk membakar setiap orang yang tidak mau mengakuinya sebagai tuhan. Mereka disebut ashabul ukhdud. Allah sebut mereka memfitnah kaum muslimin, karena mereka membantai kaum muslimin.

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَات
ِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah kaum mukminin, laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak mau bertaubat, maka mereka mendapat adzab jahannam, dan mereka akan mendapat siksaan yang membakar. (QS. al-Buruj: 10)

Orang kafir memiliki karakter, suka menekan kaum muslimin. Karena mereka tidak pernah rela jika di dunia ini ada orang muslim. Beda agama tidak masalah, yang penting bukan islam. Allah berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Orang yahudi dan nasrani tidak akan rela kepadamu, sampai kamu mengikuti ajaran mereka.” (QS. al-Baqarah: 120)

Itulah makna doa Ibrahim. Beliau memohon kepada Allah, agar jangan sampai ada orang kafir yang menguasai dirinya, lalu dia bisa menindas kaum muslimin, melecehkan agama kaum muslimin seenak udelnya, sementara tidak ada hukum yang bisa menjeratnya.

Ibnu Katsir meriwayatkan tafsir ayat ini, dari Ali bin Abu Thalhah, dari Ibnu Abbas,

لا تسلطهم علينا فيفتنونا

“Jangan Engkau beri kekuasaan kepada mereka atas kami. Sehingga mereka bisa menyiksa kami.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/88)

Karena kehadiran pemimpin kafir di tengah kaum muslimin adalah musibah besar bagi mereka. Setidaknya akan timbul ketegangan antara kita dan mereka. Ketegangan yang membuat kita lelah berfikir, lelah batin.
 
sumber : here

Al-Maidah? Jangan Hanya Membaca Ayat 51 Saja, Lanjutkan Ke Ayat Selanjutnya!

Al-Maidah? Jangan Hanya Membaca Ayat 51 Saja, Lanjutkan Ke Ayat Selanjutnya!

4:51:00 PM 0


Al-Maidah Ayat 51;

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ الْيَهُودَ وَالنَّصٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللّٰـهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِينَ ﴿المائدة:٥١﴾

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Ayat selanjutnya Allah menjelaskan tentang orang yang membela orang kafir, merekalah orang munafik, Surat Al-Maidah Ayat 52;

فَتَرَى الَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسٰرِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰٓ أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللّٰـهُ أَن يَأْتِىَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِۦ فَيُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَآ أَسَرُّوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ نٰدِمِينَ ﴿المائدة:٥٢﴾

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.”

Kemudian, di ayat berikutnya dengan jelas Allah menegaskan betapa sia-sianya amal orang (munafik) yang bersekutu dan membela orang kafir, Surat Al-Maidah Ayat 53;

وَيَقُولُ الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَهٰٓؤُلَآءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا۟ بِاللّٰـهِ جَهْدَ أَيْمٰنِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمٰلُهُمْ فَأَصْبَحُوا۟ خٰسِرِينَ ﴿المائدة:٥٣﴾

“Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh
dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.”

Dan di ayat berikutnya justru lebih tegas lagi dari Ayat ke 51 diatas, Surat Al-Maidah ayat 54;

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰـهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِينَ يُجٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ اللّٰـهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰـهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَاللّٰـهُ وٰسِعٌ عَلِيمٌ ﴿المائدة:٥٤﴾

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

Lalu siapa yang pantas kita jadikan pemimpin dan penolong kita? Allah jawab di dua Ayat selanjutnya, Surat Al-Maidah Ayat 55-56

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰـهُ وَرَسُولُهُۥ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَوٰةَ وَهُمْ رٰكِعُونَ ﴿المائدة:٥٥﴾

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

وَمَن يَتَوَلَّ اللّٰـهَ وَرَسُولَهُۥ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَإِنَّ حِزْبَ اللّٰـهِ هُمُ الْغٰلِبُونَ ﴿المائدة:٥٦﴾

“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”

Dan inilah Surat Al-Maidah Ayat ke 57, disinilah Allah menjelaskan sifat orat kafir yang menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan candaan, sebagai bahan olokan, sungguh sangat tegas Allah melarang menjadikan mereka (orang kafir) sebagai pemimpin, Allah berfirman;

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ الَّذِينَ اتَّخَذُوا۟ دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا۟ الْكِتٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ ۚ وَاتَّقُوا۟ اللّٰـهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿المائدة:٥٧﴾

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

Jika kita membaca Al-Maidah secara utuh maka kita akan melihat konsep kepemimpinan dalam islam, kita akan tahu bagaimana bersikap terhadap orang kafir, kita akan tahu bagaimana karakter para pembela orang kafir sehingga Allah cap mereka sebagai orang munafik, Masihkah bingung dengan tafsir Al-Maidah Ayat 51? Bacalah sampai ayat ke 57 !
 
 
sumber : here

Bersin Saat Shalat?

Bersin Saat Shalat?

11:36:00 AM 0


Oleh: Dr. Ahmad Zain an-Najah

Pertanyaan:

Assalamua’laikum

Apabila sedang shalat kita bersin, apakah kita boleh mengucap hamdalah atau tidak?

Jawaban:

Dibolehkan seseorang yang bersin saat shalat untuk mengucap “Alhamdulillah”, karena hal itu termasuk dzikir dan memuji Allah. Akan tetapi makmum lain yang dalam posisi sholat, mereka tidak boleh menjawab dengan mengucapkan “Yarhamukallahu” karena ini adalah perkataan manusia. Dalilnya adalah hadist Muawiyah bin Hakam as-Sulami radliyallahu ‘anhu, bahwasanya ia berkata,

بينا نحن نصلى مع رسول الله -صلى الله عليه وسلم- إذ عطس رجل من القوم ، فقلت: يرحمك الله ، فرمانى القوم بأبصارهم فقلت : واثكل أماه ,ما شأنكم تنظرون إلي؟ قال: فجعلوا يضربون بأيديهم على أفخاذهم فلما رأيتهم يصمتوننى لكنى سكت فلما صلى رسول الله -صلى الله عليه وسلم- فبأبى وأمى ما رأيت معلما قبله ولا بعده أحسن تعليما منه والله ما كهرنى ولا شتمنى ولا ضربنى. قال : إن هذه الصلاة لا يصلح فيها شىء من كلام الناس هذا إنما هى التسبيح والتكبير وقراءة القرآن

“Di kala aku shalat bersama Rasulullah tiba-tiba seseorang dari jama’ah bersin. Aku berkata, ‘Yarhamukallah!’ Semua orang menoleh kepadaku. Aku berkata, ‘Alangkah celakanya, Kenapa kamu menoleh kepadaku?’ Maka mereka segera memukuli paha-paha mereka, tetapi saya diam saja. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai sholat, beliau tidak membenciku, dan tidak pula mencelaku, dan tidak pula memukulku, sungguh saya belum pernah melihat seorang pengajar yang cara mengajarnya lebih baik dari beliau baik sebelum beliau ada , maupun sesudah beliau ada. Beliau hanya mengatakan kepadaku,

“Sesungguhnya Shalat ini tidak pantas di dalamnya terdapat percakapan manusia. Sesungguhnya shalat itu isinya adalah tasbih, takbir, dan bacaan al-Qur’an.” (HR. Muslim).

Tidak Sengaja Telat Sahur? Jangan Ragu!

Tidak Sengaja Telat Sahur? Jangan Ragu!

11:30:00 AM 0


Jika seseorang makan dan minum dengan niat sahur karena mengira waktu sahur dan belum terbit fajar, tetapi ternyata diketahui kemudian bahwa fajar telah terbit maka puasanya tetap sah. Hendaknya ia tetap meneruskannya sampai Maghrib. Karena dia salah perkiraan dan tidak sengaja maka Allah mengampuninya. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَـﺠَﺎﻭَﺯَ ﻟِـﻲْ ﻋَﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻲْ ﺍﻟْـﺨَﻄَﺄَ ﻭَﺍﻟﻨِّﺴْﻴَﺎﻥَ ﻭَﻣَﺎ ﺍﺳْﺘُﻜْﺮِﻫُﻮْﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ . ﺣَﺴَﻦٌ ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﺑْﻦُ ﻣَﺎﺟَﻪْ ﻭَﺍﻟْﺒَﻴْﻬَﻘِﻲّ
ُ ﻭَﻏَﻴْﺮُﻫُﻤَـﺎ

“Sesungguhnya Allah memaafkan (tidak mengadzab) umat ini jika melakukan kesalahan karena tidak sengaja, karena lupa, atau karena dipaksa orang lainI.”
(Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Tayangan Jodha Akbar Pojokkan Islam dengan Cerita Palsu!

Tayangan Jodha Akbar Pojokkan Islam dengan Cerita Palsu!

10:47:00 AM 0


Cerita dalam sinertron tersebut digambarkan kerajaan Islam Mughal dengat sangat negatif, penuh dengan kebusukan sementara tokoh Hindu dikenal santun.

Bismillahirrahmanirrahim
KAMI sebagai seorang Muslim, sangat prihatin dengan berbagai tayangan televisi kita yang kurang mendidik, penuh  takhayul, percintaan, perselingkuhan dan tayangan yang menyudutkan umat Islam.
Salah satu perhatian kami adalah sinetron impor, tepatnya dari India yang ditayangkan di salah satu stasiun swasta nasional, terutama tayangan “Jodha Akbar.”

Sebagian besar cerita dalam sinertron tersebut digambarkan  kerajaan Islam Mughal dengat sangat negatif, penuh dengan kebusukan, persaingan tidak sehat, kedengkian, menghalalkan segala, cara bahkan zalim, seperti menyerang tempat ibadah agama lain (sungguh jauh dari ajaran Islam dan sejarah aslinya).

Sebaliknya, tokoh Jodha yang merupakan representasi umat Hindu/kerajaan yang berhasil ditaklukkan kerajaan Muslim Mughal digambarkan sangat positif, seperti taat terhadap ajaran agamanya, digambarkan sebagai “korban yang tertindas”, selalu berpikir jernih dan sebagainya.
Sang sutradara bahkan sangat jeli dalam mempertajam karakter tokoh-tokohnya, sehingga gestur dan penampilan tokoh Muslim terlihat begitu bengis dan kejam, sementara tokoh Hindu terlihat lebih santun.
Padahal kita tahu bahwa kerajaan Islam Mughal berdiri di India selama tiga ratus tahun (1504-1800-an).
Pada tahun 1707, kerajaan ini mengalami puncak jayanya dengan mengusai hampir seluruh anak benua (India-Pakistan-Bangladesh saat ini), kecuali beberapa bagian tertentu di ujung pesisir selatan semenanjung ini.

Banyak sejarawan Barat bahkan memuji kerajaan ini sebagai kerajaan Islam yang paling moderat dan demokratis.
Meskipun tidak dipungkiri bahwa beberapa raja Mughal mungkin belum sesuai perilakunya dengan ajaran Islam (hal ini tentu wajar saja), namun penggambaran secara umum yang telah diungkapkan dalam sinetron tersebut pasti atas keinginan untuk memojokkan citra Islam.
Lebih aneh lagi, bagaimana bisa, sebua televisi di negeri berpenduduk Muslim menjadi jurubicara agama Hindu untuk memojokkan Islam lewat cerita palsu?
Bagaimana tanggapan MUI dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tentang hal ini?
Haruskan kita sebagai umat Islam akan terus dibodohi dengan propaganda seperti ini?
Dan mengapa sering kita dapati pengelola media TV di negeri ini tidak paham –bahkan tidak berusaha menghormati– agama mayoritas penduduk Ini?

Mohon sebaiknya pihak TV menghentikan acara ini dan sebaiknya ke depan makin memperkuat Tim Litbangnya untuk melihat utuh semua tayangan apapun berbau impor. Kasus ini menunjukan betapa lemah orang-orang inti di TV Indonesia tentang sejarah Islam.*

Salam

sumber :  http://metafisis.net/2014/09/16/tayangan-jodha-akbar-pojokkan-islam-dengan-cerita-palsu/

Malam Jum’at, Antara Keramat dan Syari’at

Malam Jum’at, Antara Keramat dan Syari’at

10:36:00 AM 0
 

Malam Jum’at tidak seperti malam-malam lainnya. Malam Jum’at –terkhusus malam Jum’at Kliwon- adalah malam yang disakralkan oleh sebagian orang yang masih berpegang teguh kepada adat istiadat dan keyakinan-keyakinan tertentu. Bahkan telah terbentuk semacam aksioma bahwa malam Jum’at –khususnya kliwon- adalah malam yang penuh kengerian, mencekam dan membuat bulu kuduk merinding. Berbagai mitos dan keyakinan marak tersebar sehingga menghasilkan bermacam tradisi yang biasa dihadirkan di mala mini.
Malam Jum’at bagi sebagian orang adalah malam misteri. Oleh karena itu, jika kita menilik kembali berbagai acara yang digelar di malam Jum’at sarat akan muatan misteri atau mistik. Sebut saja berbagai tayangan di televisi yang ditayangkan setiap malam Jum’at, maka kita akan dengan mudahnya mendapati berbagai acara yang berbau mistik dan dunia ghaib. Inilah salah satu sebab kenapa malam Jum’at identik dengan berbagai kengerian, misteri, seram, angker dan yang semacamnya.
Tidak kalah hebohnya dengan berbagai tayangan televisi, di dunia nyata pun sama seperti itu. Berbagai acara, upacara, ritual dan keyakinan mistik merebak dan marak dilakukan pada tiap malam Jum’at –terkhusus malam Jum’at Kliwon-. Ada beragam fenomena yang bisa kita tangkap berkenaan dengan malam Jum’at, mulai dari peristiwa, upacara, ritual, even serta kegiatan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Munculnya berbagai mitos dan keyakinan yang ditularkan dari mulut ke mulut yang pada ujungnya akan menimbulkan berbagai hal, terutama kegiatan-kegiatan mistik.

Tempat-Tempat yang Dianggap Angker dan Keramat di Malam Jum’at
Kengerian. Itulah opini yang muncul pertama kali dalam benak kita ketika kita melewati tempat-tempat yang dianggap angker dan keramat. Terlebih lagi jika hal itu kita lakukan di malam Jum’at. Dulu ketika saya masih kecil, akan selalu muncul rasa takut ketika saya melewati sebuah pekuburan. Dapat dipastikan jika saya melewati area pekuburan, maka saya akan mempercepat lajunya jalan kaki atau ayunan sepeda saya. Bahkan bisa jadi saya akan berlari ketika melewati area pekuburan dengan harapan saya bisa melalui kuburan itu secepatnya. Itu terjadi di malam-malam selain malam Jum’at. Adapun ketika malam Jum’at, maka kengerian semakin menyeruak ketika saya melewati pekuburan, meskipun saya melaluinya dengan teman-teman sebaya yang sama-sama kecil. Bisa dipastikan, saya dan teman-teman akan berpacu lari demi terjauhkan dari pekuburan.
Itulah fenomena yang terjadi kepada saya di saat saya masih kecil dan itu adalah pekuburan biasa. Berbeda dan bahkan lebih dahsyat lagi fenomena yang terjadi di pekuburan-pekuburan yang dikeramatkan oleh manusia semisal kuburan orang-orang yang dianggap shaleh dan diwalikan. Jika pada malam-malam biasa selain malam Jum’at kuburan-kuburan semacam itu ramai dikunjungi orang, maka keadaannya menjadi semakin ramai jika memasuki malam Jum’at. Banyak orang yang melakukan berbagai ritual dan upacara di pekuburan orang-orang yang dianggap shaleh itu.
Bukan hanya kuburan saja yang lebih dikeramatkan pada malam Jum’at. Ada beberapa tempat lainnya yang dikeramatkan pada malam Jum’at. Sebagai misal :

Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis adalah sebuah pantai yang terletak di pesisir selatan Jogjakarta. Pantai Parangtritis menempati tempat pertama yang menjadi tempat tujuan kunjungan wisata. Bukan hanya wisata alam saja, tetapi juga mencakup “wisata mistik”, khususnya pada malam Jum’at. Pada malam Jum’at –khususnya malam Jum’at Kliwon- berbagai upacara dan ritual mistik dilaksanakan di pantai ini. Ritual dan upacara ini berkaitan erat dengan keyakinan Nyi Roro Kidul, yang diyakini sebagai penguasa laut selatan pulau Jawa. Pada ritual di malam Jum’at Kliwon ini, berbagai sesajen dan kembang yang berwarna-warni dilarung ke laut. Ritual semacam ini bertujuan untuk meminta keselamatan dari penguasa laut selatan.
Nyi Roro Kidul dan kisahnya sudah sedemikian melegenda di masyarakat kita. Tidak hanya di masyarakat pantai selatan, bahkan masyarakat di tempat lainpun umumnya mengenal mitos tentang Nyi Roro Kidul. Dan sekali lagi, malam Jum’at Kliwon tidak lepas dari mitos ini. Di antara ritual lain yang dilakukan pada malam Jum’at Kliwong oleh masyarakat selain masyarakat pantai selatan adalah ritual pertemuan ghaib yang dilakukan di sebuah kamar atau ruangan yang dikosongkan khusus untuk ritual ini. Sebagaimana ruangan khusus yang disediakan oleh sebuah hotel untuk Nyi Roro Kidul.

Taman Wisata Guci
Tegal, selain terkenal dengan teh pocinya yang khas, juga dikenal dengan taman wisata guci. Teh poci adalah teh hangat kental dan manis yang dimasukkan ke dalam poci (penuang air yang terbuat dari tanah liat). Dengan perpaduan inilah, teh menjadi sebuah sajian yang unik dan khas. Sebagaimana teh poci, taman wisata guci adalah sebuah tempat wisata yang mengalirkan air hangat, ibarat sebuah poci yang mengalirkan air hangat, terus menerus tanpa henti.
Konon ceritanya, air panas Guci adalah air yang diberikan walisongo kepada orang-orang yang mereka utus untuk menyiarkan agama Islam ke Jawa Tengah, khususnya Tegal.  Karena air itu ditempatkan di sebuah guci, dan berkhasiat mendatangkan berkah, masyarakat menyebut lokasi pemberian air itu dengan nama Guci. Tapi karena air pemberian wali itu sangat terbatas, pada malam Jum’at Kliwon salah seorang sunan menancapkan tongkat saktinya ke tanah. Maka mengalirlah air hangat tanpa belerang.
Objek wisata ini banyak dikunjungi wisatawan pada malam Jum’at Kliwon. Banyak orang yang ngalap berkah dengan mandi di pemandian air panas ini. Konon, kalau mandinya pada jam dua belas malam dengan memohon sesuatu, maka permohonan apapun akan dikabulkan. Kepercayaan ini sudah menjadi kepercayaan yang turun menurun.
Itu dua contoh dari tempat-tempat yang dikeramatkan dan bertambah keramat ketika malam Jum’at.

Ritual Ghaib pada Malam Jum’at
Banyak sekali ritual ghaib yang dilakukan pada malam Jum’at –khususnya malam Jum’at Kliwon-. Selain sesajen, masih banyak lagi ragam ritual yang dilakukan di malam ini, salah satunya adalah memandikan benda-benda pusaka
Diantara keyakinan yang menyeruak di malam Jum’at, bahwa malam Jum’at diyakini mengandung nilai magis yang kuat sehingga menjadi waktu yang favorit untuk melakukan ritual-ritual ghaib, diantaranya adalah memandikan benda-benda pusaka, semisal keris dan lainnya.
Salah satu contoh ritual ini adalah ritual “Ngalungsur” di daerah Garut. Ngalungsur atau turun jimat atau pajang jimat adalah sebuah upacara tradisional yang dilakukan antara tanggal 12-14 Maulid. Inti dari tradisi ini adalah penghormatan terhadap Sunan Godog atas jasanya menyebarkan Islam di daerah Garut. Ungkapan hormat ini direalisasikan dengan cara merawat, menjaga dan melestarikan benda-benda pusaka seperti berbagai bentuk dan jenis keris, kitab Al-Qur’an, Cis, dan sebagainya yang dianggap sebagai peninggalan sunan Godog.

Kemuliaan Malam Jum’at, Antara Mitos dan Islam
Itu tadi sekilas contoh dari realita masyarakat dalam memuliakan malam Jum’at dengan berbagai ritual dan upacara. Kalau kita mau mengupasnya lebih banyak lagi tentu tidak akan cukup terkupas dalam catatan singkat ini berkenaan dengan berbagai pengeramatan malam Jum’at di masyarakat Indonesia.
Bicara soal kemuliaan dan pemuliaan terhadap sesuatu, sebagai seorang muslim kita harus tetap berpatokan kepada agama kita ini, bukan berpatokan kepada tradisi dan kepercayaan yang bersifat kedaerahan. Mungkin saja kita bisa bisa bersepakat tentang satu hal, bahwa antara Islam dan tradisi masyarakat memiliki kesamaan dalam keyakinan bahwa malam Jum’at adalah malam yang mulia. Akan tetapi ketika kita berbicara tentang tatacara pemuliaannya, maka Islam dan tradisi masyarakat memiliki perbedaan yang amat jauh.
Malam Jum’at, jika kita meniliknya dari syari’at Islam, adalah malam permulaan hari Jum’at. Perlu kita ketahui bersama, bahwa permulaan hari dalam Islam dihitung mulai dari terbenamnya matahari. Kita ambil contoh hari Jum’at. Jika kita mengembalikannya kepada penghitungan hari dalam Islam, maka hari Jum’at dimulai ketika matahari terbenam di ufuk barat. Kamis malam atau malam Jum’at itulah permulaan hari Jum’at. Perhitungan ini sangat berbeda dengan perhitungan masehi/syamsiyah yang memulai hari ketika telah lewat pukul 00.00.
Satu hal yang wajib kita yakini, bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi ini adalah kepunyaan Allah. Hanya Allah lah yang berhak mengatur segala sesuatu. Termasuk dalam menentukan dan menetapkan kemuliaan hari Jum’at.  Kemuliaan hari Jum’at tidak ditentukan serta tidak ditetapkan berdasarkan tradisi, mitos dan keyakinan masyarakat tertentu. Manusia tidak memiliki hak untuk menentukan dan menetapkan kemuliaan atau keistimewaan sebuah hari. Jika manusia yang menetapkannya, maka sungguh akan terlalu banyak campur tangan akal, perasaan, latar belakang budaya, sosial dan tradisi seseorang sehingga penetapan itu didasari pada subyektivitas dengan berbagai kekurangannya sebagai manusia. Ini tidak bisa kita terima.
Jika kita melihat realita masyarakat kita, alangkah banyaknya campur tangan masyarakat kita dalam menentukan dan menetapkan kemuliaan terhadap sesuatu. Berapa banyak kuburan-kuburan yang dikeramatkan sebagai akibat dari campur tangan manusia dalam menentukan dan menetapkan kemuliaan sesuatu. Berapa banyak tempat-tempat keramat, pohon-pohon keramat, batu-batu keramat seperti batu Ponari, benda-benda keramat dan lain sebagainya sebagai akibat dari campur tangan manusia dalam menentukan dan menetapkan kemuliaan sesuatu. Sehingga hal-hal tersebut menjadi sebuah nilai kebenaran dalam masyarakat kita. Maka, ketika ada dai yang menyeru mereka untuk meninggalkan hal-hal yang dikeramatkan tersebut, mereka marah. Bahkan mereka menganggap orang-orang yang mendakwahkan kepada mereka agar mereka meninggalkan hal-hal tersebut, mereka anggap orang-orang yang berdakwah tersebut sebagai orang-orang yang sesat, orang-orang yang jumud, tidak taat adat dan tradisi ajaran nenek moyang. Ketika mereka diseru agar mereka meninggalkan hal-hal tersebut, mereka tidak mengindahkannya dan tetap bersikeras untuk mengikuti ajaran nenek moyang mereka itu. Bahkan di sebagian daerah, tempat-tempat semacam itu dijadikan sebagai cagar budaya dan tempat wisata religi.
Hari Jum’at sebagaimana hari-hari lainnya. Hari Jum’at pada hakikatnya tidak memiliki kemuliaan jika Allah tidak menyari’atkan berbagai macam ibadah di dalamnya. Jadi, kemuliaan hari Jum’at tidak terletak pada hari Jum’at itu sendiri, tetapi kemuliaan itu berasal dari berbagai ibadah yang disyari’atkan oleh Allah pada hari itu. Oleh karena itu, jika seseorang ingin mendapatkan kemuliaan di hari Jum’at, maka hendaknya ia melakukan berbagai ibadah yang disyari’atkan secara maksimal sesuai dengan kemampuannya pada hari Jum’at. Jika tidak demikian, maka Jum’at baginya adalah sama seperti hari-hari lainnya. Jadi, kemuliaan hari Jum’at ditentukan oleh dalil syar’i.
Permasalahan yang terjadi dalam masyarakat kita adalah ragam tradisi dan keyakinan yang mengakar yang menempatkan hari Jum’at pada tingkat kemuliaan yang bersifat mistis. Semua itu tidak terlepas dari akar budaya Hindu yang masih melekat pada sebagian masyarakat kita. Bisa kita katakan, sisa atau ampas dari tradisi Hindu masih ada pada masyarakat kita yang tertuang dalam berbagai tradisi kemasyarakatan. Meskipun mereka poles dengan polesan Islam, akan tetapi masih ada sisa-sisa tradisi Hindu di dalamnya.
Kita ambil contoh tradisi hari kematian yang meliputi tujuh hari, hari keempat puluh, keseratus, dan seribu hari. Maka demikian jugalah apa yang ada dalam agama Hindu, sebagaimana yang disampaikan oleh seorang pendeta Hindu yang bernama Romo Sulinggih Winarno. Alhamdulillah beliau telah masuk Islam dan berganti nama dengan nama Abdul Aziz. Makan-makan di keluarga mayat yang kita kenal dengan nama “Slametan” dan dianggap sebagai sedekah itu ternyata pada mulanya dulu dimaksudkan sebagai sesaji dalam agama Hindu.
Kemuliaan malam Jum’at (hari Jum’at) hanya Allah yang berhak menetapkannya Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan kemuliaan malam Jum’at (hari Jum’at), maka dapatkanlah dengan cara melakukan berbagai ibadah yang disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya semampu kita, bukan dengan melakukan berbagai tradisi yang tidak memiliki landasan hukum dalam Islam. Terlebih lagi jika tradisi itu terdapat unsur kesyirikan kepada Allah. Allahua’lam bish shawab.
Referensi Tulisan: Misteri Malam Jum’at oleh Ust. Abu Umar Basyier dan Buku Putih Kyai NU oleh Kyai Afrokhi Abdul Ghoni.
Ditulis oleh Abu Shofiyah Aqil Azizi


sumber : metafisis.net/2012/08/16/alam-jumat-antara-keramat-dan-syariat/

Ayat - Ayat Khusus dan Ampuh Untuk Pembinasa Jin

Ayat - Ayat Khusus dan Ampuh Untuk Pembinasa Jin

10:27:00 AM 0
 

Saya akan mengutip penjelasan dari Syaikh Muhammad Abduh Maghawuri dalam kitabnya Hiwarun Sahinun Ma’a Jinnin Muslimin Wa Jinnin Masihiyyin mengenai Pengalaman Beliau dalam membinasakan jin yang membandel dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Pada halaman 71 beliau menceritakan kisahnya:
Dalam pengembaraanku untuk mengadakan pengobatan ruqyah syar’iyyah dengan ayat-ayat Al_Qur’an ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada saya, yang mana pertanyaan-pertanyaan itu saya kira perlu untuk diketahui para pembaca. Inilah pertanyaan-pertanyaan tersebut:
Pertanyaan pertama : Bolehkah kita membaca ayat-ayat al-Qur’an yang dapat membinasakan jin sampai tewas? Apakah ini termasuk perbuatan zalim atau bukan?
Jawab:


Ya boleh membaca ayat-ayat itu untuk membinasakan jin. Tapi ada syaratnya. Dan itu bukan termasuk perbuatan zalim. Ibnu Taimiyyah pernah membaca ayat-ayat tersebut. Juga Imam Ibnu Abdissalam dan Ibnu Nadim. Adapun syaratnya ialah :
  1. Selama jin itu bersikeras untuk tetap tinggal di dalam tubuh seseorang dan tidak mau keluar
  2. Apabila dia menipu atau mempermainkan kita seperti masuk kembali setelah keluar
  3. Dia mau keluar  tapi dengan menyakiti orang yang sakit itu.
  4. Dia mau keluar tapi akan menyusup ke dalam tubuh orang lain lagi.
Pertanyaan kedua: Siapa yang memberi tahu anda (Syaikh Abduh Maghawuri) kalau ayat-ayat mantra dari Al_Qur’an tersebut dapat  menghancurkan jin?
Jawab:
Sungguh masalah jin adalah masalah ghaib. Dan untuk menguji ketepatan ayat-ayat pembinasa tersebut melalui percobaan atau pengalaman-pengalaman. Tetapi harus percobaan yang bersifat syar’i. Artinya percobaan atau pengalaman yang tidak menyimpang dari kaidah-kaidah agama. Ini terbukti ketika saya membaca ayat-ayat ruqyah pada orang yang kesurupan jin, saya perhatikan pertama-tama ia merintih-rintih lantas kesadarannya hilang sebelum akhirnya sadar kembali (dalam hal ini saya berkata benar. Saya bersumpah dengan nama Allah, Allah yang menjadi saksi atas apa yang saya katakana dalam buku ini). Kemudian saya katakan kepadanya, kalau tidak mau keluar saya akan baca ayat-ayat yang dapat membinasakanmu dengan kehendak Allah.
Berikut ini contoh peristiwa kejadian nyata dalam mengobati pasien ( ada beberapa contoh kejadian namun admin hanya mencontohkan satu saja) :
Ada jin yang menyurupi tubuh seorang gadis meraung-raung lantas saya Tanya namanya tidak mau menjawab. Bahkan dia menjadikan gadis itu berteriak-teriak karena ubun-ubunnya ditekan oleh jin tersebut. Kemudian saya memberinya  peringatan kalau saya akan membacakan ayat-ayat yang dapat membinasakannya kalau jin tersebut tidak mau menjawab pertanyaan saya. Karena tidak juga menjawab maka saya akhirnya membaca ayat-ayat itu. Baru kemudian jin itu berteriak-teriak menyahut:
Saya     : Siapa namamu?
Jin                    : Untuk apa kamu mau tahu namaku?
Saya     : Apa agamamu?
Jin                    : Nasrani
Saya     : Kenapa kamu masuki tubuh gadis ini?
Jin                    : Saya bebas!
Saya     : Sopanlah dalam menjawab, atau demi Allah saya bacakan ayat-ayat pembinasa
Jin                    : jangan-jangan…………..
Saya     : Kalau begitu kemapa sampai kamu memasuki tubuh gadis ini?
Jin                    : Aku mencintainya dan selamanya tidak akan keluar!
Saya     : maukah kamu keluar jika Allah menghendaki?
Jin                    : Tidak-tidak..sungguh aku tidak akan keluar
Saya     : Apa pendapatmu tentang Islam?
Jin                    : Jangan kamu coba-coba memaksaku, atau kusakiti gadis ini!
Saya     : Katanya kamu mencintainya,kok malah mau menyakiti?
Jin                    : Akan kubunuh dia jika kalau kamu terus memaksa saya keluar dari tubuhnya.
Saya     : Sungguh kamu memang jin durhaka! Akan tetapi dengan pertolongan Allah, sungguh kamu tidak akan  dapat berbuat apa-apa!
Jin                    : Dari mana kamu tahu itu, bahkan sebaliknya aku sanggup melakukan apa yang kuingini dan itu kau tahu!
Saya     : Kalau begitu, baiklah. Rupanya kamu lebih memilih menanggung akibat dari apa yang akan kulakukan terhadap dirimu.
Jin                    : Aku akan memulai lebih dahulu sebelum kamu bertindak!!!
Akhirnya karena dia bersikers tidak mau keluar, terpaksa saya bacakan ayat-ayat ruqyah  tersebut hingga dia binasa.
Penjelasan admin :

Dari pengalaman saya meruqyah, ayat-ayat pembinasa jin ini sangat afdol (Insya Allah) untuk membunuh jin dengan membakar habis tubuh jin tersebut. Jin yang terkena “api ghoib” dari ayat-ayat ini akan berteriak-teriak menangis kepanasan dan menggelepar-gelepar seperti ayam yang disembelih lalu tidak beberapa lama kemudian tubuh yang disurupinya tenang dan manusia tersebut kembali sadar sepenuhnya.
Saya katakan “api ghoib” karena dialam jin tidak akan melihat bentuk api yang membakar tubuh mereka namun mereka merasakan hawa (energi) yang sangat panas yang datang bergelombang seperti ombak dilautan (dari tiap ayat yang dibaca) yang membakar tubuh mereka. Dimensi “api ghoib” dari ayat-ayat ruqyah pembinasa yang dibacakan  lebih halus dari dimensi alam manusia dan jin hingga kalangan jin tidak bisa melihat wujud api yang membakar mereka.
Saya sering bertanya puluhan kali pada jin (setiap penanganan kasus gangguan jin) ketika mereka menangis minta ampun karena kepanasan,”apa kalian melihat api yang membakar tubuh kalian?” Tiap jin yang saya tanya selalu dan selalu jin tersebut menjawab tidak melihatnya namun merasakan hawa yang sangat panas membakar tubuh mereka.
Ayat-ayat pembinasa jin adalah :

  1. Surat Al-Fatihah
  2. Ayat Kursi
  3. Al_baqarah 137
  4. Ali Imran 181
  5. An-Nisa 14
  6. Al-An’am 93
  7. Al-A’raf 117-120
  8. Al-Anfal 12-14
  9. Al-Anfal 17
  10. Al-Anfal 50
  11. At-taubah 26,35
  12. Yunus 88
  13. Hud 56,67,82-83
  14. An nahl 1
  15. Al-Israa’ 18,81
  16. Thaha 97
  17. Al Anbiya 11-15
  18. Saba 48-54
  19. Adz-Dzariyah 10-14
  20. Al-Qamar 19-21
  21. Al-Haaqqah 1-8
  22. An-Nazi’at 1-7,35
  23. Al-Buruj 10
  24. Al-‘Alaq 15-18

Pergunakanlah ayat-ayat pembinasa jin ini sebijaksana mungkin, dan ayat-ayat ini tidak digunakan untuk setiap kasus kesurupan jin , bacalah ayat-ayat diatas secara berurutan dan tiap ayat bisa diulang-ulang.
Ayat ini juga bisa dibacakan pada air caranya ialah dengan memasukkan sebagian tangan kita dalam air lalu setiap selesai satu surat kita hembuskan hawa dari mulut yang membaca ayat tersebut kedalam air (sebagian ludah kita masuk dalam air) lalu bisa disimburkan ketubuh pasien atau diminumkan, reaksi yang akan didapat sangat dahsyat sebab akan membuat jin tersebut sangat tersiksa hingga menggelepar-gelepar seperti disembelih, akan lebih sempurna jika dimasukkan dalam air itu 7 lembar daun bidara yang sudah dihaluskan dicampur dengan garam :)


sumber : http://metafisis.net/2011/03/07/ayat-ayat-khusus-pembinasa-jin-menghancurkan-tubuh-setan/

Kajian Makan Sahur Yang Bermanfaat!

Kajian Makan Sahur Yang Bermanfaat!

9:43:00 AM 0


Diriwayatkan dari Anas, bahwasanya Rasulullah bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً.

"Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah."

Dan telah terhitung makan sahur walaupun hanya dengan seteguk air, berdasarkan hadits ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu, dia berkata, Rasulullah bersabda:

تَسَحَّرُوا وَلَوْ بِجُرْعَةِ مَاءٍ.

“Makan sahurlah kalian meski hanya dengan seteguk air.”

Disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur, sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, dia berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah, setelah itu beliau langsung berangkat shalat. Aku bertanya, ‘Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?’ Dia menjawab, 'Kira-kira sama seperti bacaan 50 ayat.’”

Jika adzan telah terdengar dan makanan atau minuman masih di tangannya, maka boleh ia memakan atau meminumnya, berdasarkan hadits Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah bersabda;

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَاْلإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ.

“Barangsiapa di antara kalian yang mendengar adzan (Shubuh) dan bejana (makanan) masih di tangannya, maka janganlah ia menaruhnya sebelum ia menyelesaikan makannya."

Inilah Empat Masalah dan Solusinya!

Inilah Empat Masalah dan Solusinya!

10:15:00 AM 0


١/ إذا ابتُليت بالشهوات فراجع حفاظك على الصلوات

1).Jika anda diuji dengan syahwat dan hawa nafsu,
periksalah sholat anda.

Al-Quran, Surat Maryam: 59

ﻓَﺨَﻠَﻒَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧَﻠْﻒٌ ﺃَﺿَﺎﻋُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ۖ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ ﻏَﻴًّﺎ
"Maka datang sesudah mereka suatu keturunan yang mereka telah melalaikan sholat dan memperturutkan syahwat hawa nafsunya"

٢/ إذا أحسست بالقسوة وسوء الخلق والشقاء وعدم التوفيق
فراجع علاقتك وبرك بأمك

2).Jika anda merasa keras hati, berperangai akhlak buruk, sial sengsara dan tidak ada kemudahan,
Periksalah hubunganmu dengan ibumu dan baktimu kepadanya

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيا
"Dan (Dia jadikan aku) berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka" (QS. Maryam: 32)

٣/ إذا شعرت بالإكتئاب والضيق والضنك في العيش
فراجع علاقتك بالقرآن

3).Jika anda merasa depresi, tertekan dan kesempitan dalam hidup,
Periksalah interaksimu dengan Al-Qur'an.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur'an- berdzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit" (QS. Thaha: 124)

٤/ إذا أحسست بعدم الثبات على الحق والإضطراب
فراجع تنفيذك وفعلك لما تسمعه من المواعظ

4).Jika anda merasa kurang tegar dan teguh di atas kebenaran dan gangguan kegelisahan,
Maka periksalah bagaimana pelaksanaanmu terhadap nasehat dan mauidzah yang engkau dengar.

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتاً

"Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (iman mereka)”
(QS. Annisa: 66)

Mudah"an Bermanfaat..

Credit to  هندري

Sangkakala Di Langit Eropa dan Amerika? Bukan!

Sangkakala Di Langit Eropa dan Amerika? Bukan!

10:10:00 AM 0






Dalam al-Quran, Allah menyebut sangkakala dengan as-Shur  [الصُّورُ].

Terdapat banyak dalil dari al-Quran yang menunjukkan bahwa sangkakala akan ditiup pada awal terjadinya hari kiamat. Diantaranya,
Firman Allah,

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hisab). (QS. az-Zumar: 68).

Demikian pula firman Allah,

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ

“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.” (QS. Yasin: 51)

Dalam hadis yang panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan,

ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَلَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ إِلَّا أَصْغَى لِيتًا وَرَفَعَ لِيتًا ثُمَّ لَا يَبْقَى أَحَدٌ إِلَّا صَعِقَ ثُمَّ يُنْزِلُ اللهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوْ الظِّلُّ -شَكَّ الراوي- فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

“Kemudian ditiuplah sangkakala, tidak ada seorangpun yang mendengarnya kecuali akan mengarahkan pendengarannya dan menjulurkan lehernya (memerhatikanny

a). Lalu, tidak tersisa seorangpun kecuali dia mati. Kemudian Allah menurunkan hujan seperti gerimis. Kemudian tumbuhlah jasad-jasad manusia setelah disirami. Lalu ditiuplah sangkakala untuk kali berikutnya, tiba-tiba mereka bangkit dari kuburnya dalam keadaan menanti (hisab).” (HR. Ahmad 6712 dan Muslim 7568).

Kita bisa perhatikan beberapa dalil di atas, bahwa yang terjadi ketika sangkakala itu ditiup ada dua:
1. Semua makhluk di langit dan di bumi akan mati kecuali yang dikehendaki Allah.
2. Terjadi kebangkitan dari alam kubur setelah mereka dihancurkan. Ini terjadi setelah tiupan kedua.

Berapa kali sangkakala ditiup?

Ulama berbeda pendapat tentang berapa kali sangkakala ditiupkan?

A. sangkakala ditiupkan 3 kali

Jika kita rinci, 3 kali itu adalah

1. Tiupan faza’ (tiupan yang membuat seisi alam kaget dan terkejut)
(An-Naml: 87).
2. Tiupan ash-Sha’q (tiupan mematikan dan membinasakan)
(QS. az-Zumar: 68).
3. Tiupan al-Ba’ats (tiupan kebangkitan)
(QS. az-Zumar: 68).

B. Sangkakala Ditiupkan 2 Kali

1. Tiupan al-Faza’ (kaget) sekaligus tiupan ash-Sha’q (mati)
2. Tiupan al-Ba’ats

Semua Terjadi di Hari Kiamat

Kami tegaskan sekali lagi, bahwa semua tiupan ini terjadi di akhir zaman. Baik pendapat yang mengatakan 3 kali tiupan atau dua kali tiupan, semua terjadi di akhir zaman. Karena itu menjadi batas terakhir kehidupan dunia.

Yang jelas itu BUKAN SANGKAKALA. Karena jika itu sangkakala, seharusnya semua permukaan bumi ini mendengarnya. Laporan yang ada, suara itu baru didengar oleh sebagian masyarakat di beberapa negara, diantaranya Australia, Amerika, Australia, Kanada dan Jerman. Masyarakat Indonesia, nyaman-nyaman saja, tidak mendengar suara itu.

Bukti lain bahwa itu bukan sangkakala, sebagaimana yang dilaporkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Ini pernah terjadi di tahun 2013, dan sebelumnnya lagi 2012. Sementara sangkakala ditiup dua kali disusul peristiwa besar kiamat.

Sebagian ahli menganalisis suara tersebut dan menemukan bahwa sebagian besar spektrum asal suara tersebut terletak dalam kisaran infrasonik, yang tidak terdengar oleh manusia. Frekuensi antara 17 Hz ke bawah. Manusia bisa mendengar suara pada frekuensi antara 20 Hz sampai 20.000 Hz.

Sementara apa yang didengar oleh manusia hanyalah sebagian kecil dari kekuataan sebenarnya dari suara-suara tersebut, karena adanya emisi akustik di frekuensi rendah dalam kisaran antara 20 Hz hingga 100 Hz yang dimodulasi (dikuatkan) oleh gelombang infrasonik ultra rendah 0,1 Hz sampai 15 Hz.

Namun apapun itu, bagi orang yang beriman, kita meyakini ini sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah. Dan terkadang Allah tunjukkan fenomena alam yang luar biasa, agar kita semakin takut kepada-Nya. Itulah tujuan utama ketika kita menyimak fenomena alam. Bukan hanya jadi bahan wacana dan perbincangan.

Allah berfirman,

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآَيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

Aku tidak mengirim tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti. (QS. al-Isra: 59).

Allahu a’lam.
 
 
Credit to هندري

Fenomena Terompet Sangkakala di Langit, Lia Eden Mengirimi Surat Ke Presiden Jokowi dan Obama, Inilah Isi Suratnya!

Fenomena Terompet Sangkakala di Langit, Lia Eden Mengirimi Surat Ke Presiden Jokowi dan Obama, Inilah Isi Suratnya!

11:03:00 AM 0






Hebohnya pemberitaan tentang suara yang berasal dari langit yang diisukan suara terompet sangkakala di beberapa negara, Lia Aminudin atau dikenal Lia Eden memperingati presiden Jokowi dan Presiden Obama.

Wanita yang dikenal sejak mengaku dirinya sebagai nabi ini memberikan peringatan terkait suara yang terdengar di langit beberapa negara. Lia Eden menyurati Presiden RI yakni Presiden Jokowi dan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Dalam surat yang dikirimkan oleh pengikutnya itu, pemimpin aliran Eden ini mengirimkan sebuah boks biru berisi tujuh amplop surat dan beberapa DVD.

tujuh amplop surat itu ditujukan kepada Presiden Jokowi, Presiden Obama, Direktur NASA, Duta Besar, Polri, KPK dan DPR, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Majelis Ulama Indonesia, Keluarga Sukamdani Sahid Gito Sardjono, dan Media Massa.

Dalam suratnya itu, Lia Eden memperingati bahwa sebentar lagi dunia akan kiamat. Ia meyakinkan bahwa dunia sedang mengalami proses mendekati masa kiamat yang akan dimusnahkan mulai dari Indonesia. Bagaimanakah isi suratnya?

Beginilah kira-kira isi surat Lia Eden atas peringatan suara terompet sangkakala yang dikirimkan melalui salah satu pengikutnya :

Deklarasi Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dunia bahwa bumi ini sedang berproses kiamat. Berita dari kami ini mungkin tak terlalu mengejutkan karena prediksi-prediksi kiamat sudah banyak pihak yang membicarakan dan mereka pun telah mengadakan persiapan masing-masing. Namun yang kami sampaikan ini adalah ketentuan langsung dari Tuhan.
Peristiwa demi peristiwa besar di dunia yang menandakan tanda-tanda kiamat akan semakin banyak dan tak terbantahkan.
Namun yang perlu kami jelaskan adalah Ketentuan Tuhan atas Hari Kiamat ini datangnya justru di Indonesia, yang mana hal tersebut sudah kami nyatakan ke dunia karena di sinilah Wahyu Tuhan diturunkan.
Adapun gempa Nepal terkait yang memberi dampak gempa besar di Indonesia, dan itu dimungkinkan akan terjadi di akhir Mei 2015. Maka peristiwa itu akan terjadi tak lama lagi.
Kami tak mengirimkan surat peringatan ini kepada Anda bilamana gempa tersebut tak dahsyat.” tulis Lia Eden, Rabu (27/5).


Sumber berita : http://pojoksatu.id/pojok-news/nusantara/2015/05/28/heboh-suara-terompet-sangkakala-di-langit-lia-eden-peringatkan-presiden-jokowi-dan-presiden-obama/
http://pojoksatu.id/pojok-news/nusantara/2015/05/28/begini-isi-surat-lia-eden-tentang-terompet-sangkakala-pada-presiden-jokowi-dan-presiden-obama/




Hukum Menyemir Rambut Dengan Warna Hitam

Hukum Menyemir Rambut Dengan Warna Hitam

11:26:00 AM 0


Menyemir atau mewarnai rambut dengan semir rambut atau zat pewarna yang tidak menghalangi sampainya air ke rambut boleh-boleh saja. Bahkan mewarnai rambut atau janggut (jenggot) beruban dengan warna merah atau kuning adalah sunah. Adapun hukum menyemir rambut dengan warna hitam menurut pendapat terkuat hukumnya adalah haram, baik untuk pria maupun wanita, kecuali untuk seorang pria yang hendak pergi berperang.[ Lihat Yahya bin Syaraf An-Nawawî, Al-Masailul Mantsûrah, Darul Fikr, hal.17-18]

Dalam Sahih Muslim disebutkan bahwa ketika melihat rambut kepala dan janggut (jenggot) Abu Quhafah (ayah Sayyidina Abu Bakar) yang putih melapuk, Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda:

غَيِّرُوْا هذَا بِشَيْءٍ، وَاجْتَنِبُوْا السَّوَادَ
Rubahlah uban ini dengan sesuatu, akan tetapi jauhilah (hindarilah) warna hitam. (HR Muslim)

Oleh karena itu, akan sangat bijaksana jika kita memilih zat pewarna yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam. Dalam sebuah Hadis beliau shallallahu 'alahi wa sallam bersabda:

إنَّ أَحْسَنَ ما غُيِّرَ بِهِ الشَّيْبُ الْحِنَّاءُ والْكَتَمُ
Sesungguhnya sebaik-baik bahan yang digunakan untuk menyemir uban adalah inai dan katam.(HR Tirmidzi, Ahmad)

Inai adalah pewarna rambut berwarna merah sedangkan katam adalah pohon Yaman yang mengeluarkan zat pewarna hitam kemerah-merahan
.
credit to :

Ini Hukum Baca Qur'an Langgam Batak dan Jawa. Anda Harus Tau!

Ini Hukum Baca Qur'an Langgam Batak dan Jawa. Anda Harus Tau!

1:12:00 AM 0

Membaca al-Quran merupakan ibadah yang sangat besar pahalanya, bahkan disunnahkan juga mengindahkan bacaannya. Sampai disini sebenarnya tidak ada persoalan. Persoalan kemudian timbul ketika membaca al-Quran dengan langgam non-Arab. Misalnya langgam Jawa atau Batak.

Untuk menjawab pertanyaan ini maka kami akan menghadirkan pandangan para ulama tentang pembacaan al-Quran dengan pelbagai langgam. Asy-Syasyi dalam kitab al-Hilah mendokumentasik
an tentang perbedaan para ulama dalam menyikapi pembacaan al-Quran dengan pelbagai langgam. Menurutnya ada dua kalangan ulama, ada yang membolehkan dan ada yang tidak.

وَقَالَ الشَّاشِيُّ فِي الْحِيلَةِ فَأَمَّا الْقِرَاءَةُ بِالْأَلْحَانِ فَأَبَاحَهَا قَوْمٌ وَحَظَرَهَا آخَرُونَ

“Asy-Syasyi dalam kitab al-Hilah, adapun membaca (al-Qur`an) dengan pelbagai langgam maka sebagian kalangan membolehkan sedang kalangan yang lain melarangnya. (Lihat ar-Ramli, Hasyiyah ar-Ramli, juz, 4, h. 344)
Sedangkan imam Syafii cenderung untuk memerinci. Menurutnya membaca al-Quran dengan pelbagai langgam adalah boleh sepanjang tidak merubah huruf dari nazhamnya. Namun apabila sampai menambahi hurufnya maka tidak diperbolehkan.

وَاخْتَارَ الشَّافِعِيُّ التَّفْصِيلَ وَإِنَّهَا إنْ كَانَتْ بِأَلْحَانٍ لَا تُغَيِّرُ الْحُرُوفَ عَنْ نَظْمِهَا جَازَ وَإِنْ غَيَّرَتْ الْحُرُوفَ إلَى الزِّيَادَةِ فِيهَا لَمْ تَجُزْ

“Asy-Syasyi dalam kitab al-Hilah, adapun membaca (al-Qur`an) dengan pelbagai langgam maka sebagian kalangan membolehkan sedang kalangan yang lain melarangnya. Imam Syafi’i memilih untuk merincinya, jika membacanya dengan pelbagai langgam yang tidak sampai merubah huruf dari nazhamnya maka boleh, tetapi apabila merubah hurufnya sampai memberikan tambahan maka tidak boleh” (Hasyiyah ar-Ramli, juz, 4, h. 344)

Pandangan imam Syafii sebenarnya ingin menegaskan bahwa boleh saja al-Quran dibaca dengan pelbagai langgam asalkan tidak merusak tajwid, mengubah orisinalitas huruf maupun maknanya. Pandangan imam Syafii tersebut kemudian diamini juga oleh ad-Darimi dengan mengatakan bahwa membaca al-Quran dengan pelbagai langgam adalah sunnah sepanjang tidak menggeser huruf dari harakatnya atau menghilangkannya. Sebab, menggeser atau menghilangkan huruf dari harakatnya adalah haram.

وَقَالَ الدَّارِمِيُّ الْقِرَاءَةُ بِالْأَلْحَانِ مُسْتَحَبَّةٌ مَا لَمْ يُزِلْ حَرْفًا عَنْ حَرَكَتِهِ أَوْ يُسْقِطُ فَإِنَّ ذَلِكَ مُحَرَّمٌ

Ad-Darimi berkata, membaca dengan pelbagai langgam itu disunnahkan sepanjang tidak menggeser huruf dari harakatnya atau menghilangkannya karena hal itu diharamkan”. (Hasyiyah ar-Ramli, juz, 4, h. 344)

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq
 
Referensi Kitab Kuning

Mengapa Do'a Mustajab Saat Hujan?

Mengapa Do'a Mustajab Saat Hujan?

8:47:00 AM 0


Didalam Tafsir Ath-Thabari, ada sebuah riwayat yang menyebutkan:

ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻄﺒﺮﻱ | ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻋﺸﺮ :ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻟﻘﺎﺳﻢ ، ﻗﺎﻝ : ﺛﻨﺎ ﺍﻟﺤﺴﻴﻦ ، ﻗﺎﻝ : ﺛﻨﺎ ﻫﺸﻴﻢ ،ﻗﺎﻝ : ﺃﺧﺒﺮﻧﺎ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﺑﻦ ﺳﺎﻟﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﺑﻦ ﻋﺘﻴﺒﺔ ،ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ : ﻭﻣﺎ ﻧﻨﺰﻟﻪ ﺇﻻ ﺑﻘﺪﺭ ﻣﻌﻠﻮﻡ. ﻗﺎﻝ : ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺎﻡﺑﺄﻛﺜﺮ ﻣﻄﺮﺍ ﻣﻦ ﻋﺎﻡ ﻭﻻ ﺃﻗﻞ ، ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻳﻤﻄﺮ ﻗﻮﻡ ،ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺁﺧﺮﻭﻥ ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺤﺮ ، ﻗﺎﻝ : ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺃﻧﻪﻳﻨﺰﻝ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻋﺪﺩ ﻭﻟﺪ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻭﻭﻟﺪ ﺁﺩﻡ ﻳﺤﺼﻮﻥ ﻛﻞ ﻗﻄﺮﺓ ﺣﻴﺚ ﺗﻘﻊ ﻭﻣﺎ ﺗﻨﺒﺖ .

Telah menceritakan pada kami al-Qasim, Ia berkata : Telah menceritakan pada kami al-Husain, Ia berkata : Telah menceritakan pada kami Hasyim, Ia berkata : Telah mengkhabarkan pada kami Isma'il bin Salim dari al-Hakam bin'Utaibah dalam firman Allah : “Dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu”.

Dia berkata ; Tidaklah satu tahun lebih banyak hujannya dan tidak lebih sedikit,akan tetapi satu qaum diberi hujan, sedang yang lain tidak, dan terkadang hujan turun dilaut.

Dia berkata : Telah sampai pada kami bahwasanya turun bersama tetes hujan, Malaikat yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah anak Iblis dan anak Adam. Mereka menjaga setiap tetes ditempat ia jatuh, dan apa yang ia tumbuhkan".

Oleh karena itu, bila hujan telah turun maka bersyukurlah kepada Allah seraya berdo'a dengan perasaan senang kepada Allah, mengharap kepada Allah agar hajat-hajat kita dikabulkan oleh Allah.

Credit to : هندري

Ingin Pahala Seperti Melaksanakan Haji dan Umroh? Amalkan Hadits Ini!

Ingin Pahala Seperti Melaksanakan Haji dan Umroh? Amalkan Hadits Ini!

8:16:00 AM 0


Untuk mereka yang belum mampu berhaji dan berumrah, mereka masih bisa meraih pahala kedua ibadah besar itu dengan ibadah yang lain. Rasûlullâh bersabda :

ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮَ ﻓِﻲ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ، ﺛُﻢَّ ﻗَﻌَﺪَ ﻳَﺬْﻛُﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻠُﻊَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ، ﺛُﻢَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ، ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻪُ ﻛَﺄَﺟْﺮِ ﺣَﺠَّﺔٍ ﻭَﻋُﻤْﺮَﺓٍ »  ،  ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : « ﺗَﺎﻣَّﺔٍ، ﺗَﺎﻣَّﺔٍ، ﺗَﺎﻣَّﺔٍ

"Barangsiapa shalat Shubuh secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allâh sampai terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat, maka dia mendapat pahala seperti pahala haji dan umrah" Perawi mengatakan, "Rasûlullâh bersabda, 'Sempurna, Sempurna, Sempurna!"

Syiah Rencanakan Bunuh 100 Ulama Ahlus Sunnah, Salah Satunya Ustadz Farid Okbah. Umat Islam Waspadalah!

Syiah Rencanakan Bunuh 100 Ulama Ahlus Sunnah, Salah Satunya Ustadz Farid Okbah. Umat Islam Waspadalah!

12:53:00 AM 0
Syiah Rencanakan Bunuh 100 Ulama Ahlus Sunnah, Salah Satunya Ustadz Farid Okbah. Umat Islam Waspadalah!

Aksi teror dan premanisme di kampung Az Zikra, asuhan Ustadz Arifin Ilham ternyata hanya sebagian kecil dari makar Syiah.

Pakar dan Peneliti Aliran Sesat Syiah, Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA mengungkap sebuah data rahasia Syiah yang menggemparkan.

Dalam sebuah pertemuan di Ngawi, Jawa Timur, aliran sesat Syiah ternyata telah merencanakan serangkaian pembunuhan terhadap 100 ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia.

Ini data rahasia Syiah, mereka telah berkumpul tanggal 22 Desember 2014 yang lalu di daerah Ngawi, Jawa Timur, kemudian mereka telah merancang untuk mengeksekusi 100 ulama Ahlus Sunnah di Indonesia dan termasuk di situ disebutkan nama saya

Salah seorang yang disebut dalam daftar ulama Ahlus Sunnah yang direncanakan untuk dibunuh adalah Ustadz Farid Okbah.

“Ini data rahasia Syiah, mereka telah berkumpul tanggal 22 Desember 2014 yang lalu di daerah Ngawi, Jawa Timur, kemudian mereka telah merancang untuk mengeksekusi 100 ulama Ahlus Sunnah di Indonesia dan termasuk di situ disebutkan nama saya,” kata Ustadz Farid Okbah di hadapan ribuan jamaah saat Kajian Umum Kajian Umum Mengenal & Mewaspadai Bahaya Syi’ah di Aula KH Nur Ali, Islamic Center, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2/2015).

Menyikapi rencana biadab aliran sesat Syiah tersebut, Ustadz Farid Okbah menyerukan kepada Umat Islam untuk melindungi para ulama Ahlus Sunnah di negeri ini.

Bila Syiah menjalankan rencana tersebut, baik itu menyakiti apalagi sampai membunuh, maka Umat Islam harus bersiap melakukan perlawanan terhadap Syiah.

Jangan main-main kalian dengan umat Islam, kalau sampai kalian coba menyentuh, menyakiti salah satu diantara orang-orang ini, kami umat Islam akan melawan kalian semua

“Kalau sampai mereka melaksanakan keinginannya, ada apa-apa dengan tokoh-tokoh ini, umat Islam tidak boleh diam! Kita harus lawan mereka, kita habisi mereka!

Jangan main-main kalian dengan umat Islam, kalau sampai kalian coba menyentuh, menyakiti salah satu diantara orang-orang ini, kami umat Islam akan melawan kalian semua,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dalam menghadapi aliran sesat Syiah yang sangat berbahaya, Umat Islam harus bersatu menghadapi mereka.

“Karena itu saudara-saudara sekalian, jangan kita dipecah belah karena organisasi, NU, Muhammadiyah, Habib, bukan Habib, kita semua Ahlus Sunnah wal Jamaah. Kita harus menghadapi Syiah dengan semangat bersama, karena mereka kejahatan yang mengancam mereka,” tutupnya. [AW]

 SEBARKAN!!!

Sumber : http://panjimas.com/news/2015/02/20/umat-islam-waspadalah-syiah-rencanakan-bunuh-100-ulama-ahlus-sunnah-salah-satunya-ustadz-farid-okbah/


UNTUK MEMBAGIKAN ARTIKEL INI, SILAHKAN COPY PASTE KODE DIBAWAH INI, KEMUDIAN SAAT MASUK KE MENU (ENTRI BARU / NEW POST), PILIH "HTML" dan PASTE!, KODENYA ADALAH : 

Siapa Sebenarnya Jodha Akbar?

Siapa Sebenarnya Jodha Akbar?

10:24:00 AM 0



Beberapa waktu terakhir ini layar televisi Indonesia dihiasi tayangan berbagai film serial asal Hindustan, seperti Mahabaratha, Aladin, Jodha Akbar dan lain sebagainya. Trend ini agak baru mengingat bila sebelumnya televisi lebih berminat menayangkan film Hindustan layar lebar ketimbang serial.

Salah satu serial yang cukup fenomenal adalah Jodha Akbar. Film ini berkisah tentang roman cinta antara Akbar sang raja Moghul yang beragama Islam dengan putri Rajput, Jodha yang beragama Hindu.

Serial Jodha Akbar dikenal sebagai film Box Office yang berhasil mencetak keuntungan finansial yang besar. Di negeri asalnya India, film ini mendulang tak kurang dari 79,2 Milyar Rupee. Sementara di luar negeri, film ini berhasil mengumpulkan keuntungan 2,1 juta Dollar di Inggris, 3,4 juta Dollar di Amerika, 960.000 Dollar di Uni Emirat Arab, 450.000 Dollar di Australia dan 590.000 Dollar di bagian dunia lainnya.

Walau film ini termasuk box office India, namun sebenarnya serial Jodha Akbar ini merupakan sinema yang cukup kontroversial. Sejak pertama kali ditayangkan, Jodha Akbar sudah diprotes banyak kalangan di negeri asalnya, salah satunya adalah komunitas Shri Rajput Karni Sena (SRKS). Namun sayang, meski sudah melakukan demo di sana-sini, serial ini tetap ditayangkan dan malah mendapatkan rating yang cukup tinggi.

Hal inilah yang akhirnya membuat SRKS berang dan kemudian menggelar demo ulang. Kalau sebelumnya mereka hanya berorasi, kali ini demonstrasi yang mereka lakukan lebih ekstrim.

“Kami sudah berkali-kali meminta kepada produser dan stasiun televisi untuk mengubah jalan cerita. Bahkan Ekta Kapoor sudah beberapa kali berjanji akan mengubah apa yang kami minta. Tapi, sampai detik ini, tidak ada yang berubah,” ujar salah seorang perwakilan dari SRKS seperti dilansir dari Times of India.

Komunitas itu juga mengancam Ekta. Film apapun yang diproduksi oleh PH miliknya, akan diboikot di Jaipur. Untuk menujukkan keseriusannya, SRKS membuat sebuah poster yang ditulis dengan memakai tinta darah.

Demo para anggota SRKS ini berawal dari ketidaksetujuan mereka atas jalan cerita yang disuguhkan dalam serial Jodha Akbar. Menurut mereka, di dalam sejarah, Akbar tidak pernah menikah dengan Jodha.

Pandangan tentang sosok Jodha pernah pula disampaikan oleh salah seorang tokoh Hindu asal Bali dalam laman Facebook miliknya, berikut pernyataan sang tokoh :






Nah, sebenarnya bagaimana kontroversi sejarah Jodha dan Akbar ini? Berikut beberapa ulasan yang diulas dari berbagai sumber.

Berdasarkan beberapa artikel, akurasi sejarah dalam film Jodha Akbar memang patut dipertanyakan. Ada pendapat menyebutkan bahwa banyak peristiwa yang digambarkan dalam film ini tidak didasarkan pada peristiwa nyata. Kelompok Rajput misalnya mengklaim bahwa Jodhaa menikah bukan dengan Akbar, tapi dengan putra Akbar, Jahangir.

Beberapa sejarawan mengklaim bahwa istri Akbar dari Rajput tidak pernah dikenal sebagai “Jodha Bai” selama periode Mughal. Menurut Profesor Shirin Moosvi, seorang sejarawan dari Aligarh Muslim University, baik Akbarnama (Panggilan Akbar sebagaimana disebut dalam biografinya), maupun teks sejarah dari periode merujuk padanya sebagai Jodha Bai.

Moosvi mencatat bahwa nama ” Jodha Bai “pertama kali digunakan untuk merujuk kepada istri Akbar pada abad ke-18 dan ke-19 dalam tulisan-tulisan sejarah. Dalam Tuzk-e-Jahangiri, Jodha justru dikenal sebagai Mariam Zamani.

Jalaluddin Akbar
Menurut sejarawan Imtiaz Ahmad, direktur Khuda Baksh Oriental Public Library di Patna, nama “Jodha” digunakan untuk istri Akbar untuk pertama kalinya oleh Letnan Kolonel James Tod, dalam bukunya Annals and Antiquities of Rajasthan. Menurut Ahmad, Tod bukan sejarawan profesional. NR Farooqi mengklaim bahwa Jodha Bai bukan nama permaisuri Akbar dari Rajput, tapi justru merupakan istri Jahangir anaknya.




Dalam sejarah, sosok Akbar dalam kisah Jodha Akbar dikenal sebagai Jalaluddin Mahmud Akbar. Beliau adalah salah seorang Sultan Moghul yang berkuasa di India antara tahun 1556 hingga 1605 Masehi.

Akbar lahir pada tanggal 15 Oktober 1542 di wilayah Sindu (sekarang Pakistan), pada saat itu ayahnya, Humayon sedang melarikan diri ketika kekuasaannya direbut oleh Syirsyah. Ibu Akbar bernama Hamidah Binti Ali Akbar. Humayon kemudian meninggalkan Akbar di Kandahar (Afghanistan sekarang) dan pergi ke Kabul. Ia tidak pernah bertemu putranya itu kecuali setelah 13 tahun kemudian, yaitu di saat ia berhasil merebut kembali kekuasaannya.






Ketika ayahnya kembali berkuasan, Akbar dipercaya menjadi Gubernur di Punjab pada tahun 1555. Dan ketika ayahnya wafat tahun 1556, Akbar naik tahta dan memimpin Moghul di saat usianya masih 14 tahun, namun ia masih di bawah pengasuhan penasehat bernama Beiram Khan yang menjabat Perdana Menteri. Akbar menjabat Sultan hingga ia wafat pada 12 Oktober 1605 M. Setelah wafat, ia digantikan oleh putranya bernama Jahangir yang memiliki nama asli Nuruddin Salim.

Semasa kepemimpinannya, Akbar menghadapi berbagai persoalan negara yang cukup banyak, baik dari luar maupun dari dalam kesultanannya. Belum lagi kolonialisme Inggris yang saat itu mulai bercokol di anak benua India. Di masa Akbar, tepatnya pada tahun 1960, Inggris mendirikan The British East India Company yang berpusat di Kalkuta. 2 Tahun kemudian, Belanda pun mendirikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), perusahaan dagang Belanda di Hindia Timur yang saat itu juga membuka cabang di Indonesia. Disusul kemudian oleh Perancis pada tahun 1604.

Akbar tercatat sebagai Sultan yang agung hingga ia digelari sebagai Akbar al-A’zham. Wibawanya yang besar membuat Ratu Elizabeth I mempercayakan mengirim duta sekelas Sir Thomas R ke India.

Mata uang perak dirham di masa Akbar

Selain itu, Akbar dikenal sebagai sultan yang mencitai seni dan budaya. Bangunan-bangunan besar di masanya masih menjadi bukti dan tegak kokoh hingga hari ini, seperti Benteng Merah di Akra yang membentang sejauh 10 kilometer.

Meski seorang yang buta huruf, namun Akbar menyimpan manuskrip buku tak kurang dari 24.000 buku. Ia kerap mengundang ulama dan cendikiawan ke perpustakaannya tersebut.

Selain dikenal sebagai raja agung, sosok Akbar juga dikenal kontroversial. Meski ia seorang yang buta huruf, namun Akbar terkenal sebagai pemikir liberal dan menghargai perbedaan pendapat, serta senang berbincang soal filsafat dan sufitik.

Pemikiran ini juga tercermin dari kebijakannya. Akbar menghapus pajak jizyah atas non muslim di masanya. Dan sebagaimana diceritakan dalam film kontroversial di atas, Akbar pun menikahi wanita Hindu, Jodha.

Jodha atau Miryamus Zaman
Sebagian sejarawan justru menggambarkan biografi akbar yang lebih radikal. Akbar disebut-sebut menganut sinkretisme yang menganggap semua agama itu sama. Ia menghapus kebijakan jizyah, zakat, melarang naik haji, melarang pelajaran Bahasa Arab, dan menutup banyak madrasah Islam. Bahkan, Akbar disebut-sebut telah mendirikan agama baru yang dinamai sebagai Agama Akbari atau Agama Ilahi yang mengajarkan sinkretisme. Namun hal ini tentu saja harus dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut agar tidak menjadi tuduhan tanpa dasar.


Jodha
Demikianlah sosok Akbar yang kontroversial itu. Lalu siapakah Jodha? Dengan mengenyampingkan kontroversi sejarah di atas, kalau pun benar, Jodha merupakan salah bagian romantis dari kehidupan Akbar.

Akbar memiliki 4 orang istri, yaitu Ruqayyah, Salimah, Miryam (yang kemudian disebut sebagai Jodha Bai Akbar) dan Sakinah. Di antara 4 istri tersebut, konon Jodha lah yang paling ia cintai. Kecantikan dan kemerduan suara Jodha membuat Akbar takluk. Karena menghormati agamanya, Akbar mendirikan sebuah kuil pribadi untuk Jodha di istana.

Nah, demikian sekelumit tentang sejarah Jodha Akbar. Semoga bermanfaat!




sumber

Asal Usul Gelar ‘Haji’ yang Hanya di Indonesia

Asal Usul Gelar ‘Haji’ yang Hanya di Indonesia

9:56:00 AM 0


Tahukah kamu? bahwa gelar tambahan ‘Haji’ itu hanya ada di Indonesia. Di Arab Saudi maupun negara belahan dunia manapun ketika seseorang pulang menunaikan ibadah haji tidak ada yang menambahkan gelar tersebut di depan nama mereka. Lalu bagaimana sejarahnya gelar ‘Haji’ itu bisa muncul di Indonesia?


Gelar “haji” tergolong cukup unik. Hanya di Indonesia saja kita menemukan fakta pemberian gelar semacam itu. Mengenai hal ini, arkeolog Islam Nusantara, Agus Sunyoto, menyatakan hal tersebut mulai muncul sejak tahun 1916.

Sebagaimana disebutkan, secara kebahasaan, haji berarti menziarahi, mengunjungi. Jadi tepatnya istilah ini digunakan untuk orang yang mau beribadah haji, bukan untuk mereka yang telah selesai melaksanakannya. Ketika seseorang pulang dari ibadah haji, sebenarnya sematan haji bagi dirinya sudah tuntas, karena dia tidak lagi berada dalam proses berziarah.

Sebaliknya di Indonesia, gelar tersebut masih tetap melekat. Orang-orang yang telah selesai melaksanakan ibadah haji, mendapat gelar tambahan di depan namanya dengan sebutan haji (untuk laki-laki) dan hajjah (untuk perempuan). Banyak orang memandang hal itu tidak baik, karena bisa menimbulkan sikap riya, pamer, sehingga bisa berbahaya bagi nilai ibadahnya di hadapan Allah.

Alasan lain pemakaian gelar haji bagi mereka yang kembali pulang adalah, karena susahnya menempuh perjalanan pulang pergi Indonesia-Makkah, sehingga agar kesan itu tidak hilang, maka dipakailah gelar haji sebagai tanda perjuangan ibadah. Penambahan gelar ini tentu sangat dapat dimaklumi.

“Kenapa dulu tidak ada Haji Diponegoro, Kiai Haji Mojo, padahal mereka sudah haji? Dulu kiai-kiai enggak ada gelar haji, wong itu ibadah kok. Sejarahnya (gelar “haji”, red) dimulai dari perlawanan umat Islam terhadap kolonial. Setiap ada pemberontakan selalu dipelopori guru thariqah, haji, ulama dari Pesantren, sudah, tiga itu yang jadi ‘biang kerok’ pemberontakan kompeni, sampai membuat kompeni kewalahan,” beber Agus Sunyoto di Pesantren Ats-tsaqafah, Ciganjur, Jakarta.

Seperti yang telah dikutip brilio.net dari kemenag.go.id, pada zaman pendudukan Belanda, sudah banyak pahlawan Indonesia yang menunaikan ibadah haji seperti Pangeran Diponegoro, HOS Cokroaminoto, Ki Hajar Dewantara dan masih banyak lagi. Namun tidak pernah kita mendengar mereka menggunakan gelar haji.

Kepulangan mereka dari haji banyak membawa perubahan untuk Indonesia, tentunya perubahan ke arah yang lebih baik. Contohnya HOS Cokroaminoto, pulang berhaji, mendirikan Sarekat Islam. Begitu juga Ki Hajar Dewantara yang berjuang dalam bidang pendidikan.

Quote:

Hal-hal seperti ini merisaukan pihak Belanda. Maka salah satu upaya Belanda untuk mengawasi dan memantau aktivitas serta gerak-gerik ulama-ulama ini adalah dengan mengharuskan penambahan gelar haji di depan nama orang yang telah menunaikan ibadah haji dan kembali ke Tanah Air.

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintahan Belanda Staatsblad tahun 1903. Pemerintahan kolonial pun mengkhususkan Pulau Onrust dan Pulau Khayangan di Kepulauan Seribu jadi gerbang utama jalur lalu lintas perhajian di Indonesia.

Quote:

Dahulu di zaman penjajahan Belanda, Belanda sangat membatasi gerak-gerik umat muslim dalam berdakwah, segala sesuatu yang berhubungan dengan penyebaran agama terlebih dahulu harus mendapat izin dari pihak pemerintah Belanda. Mereka sangat khawatir apabila nanti timbul rasa persaudaraan dan persatuan di kalangan rakyat pribumi, yang akan menimbulkan pemberontakan, karena itulah segala jenis acara peribadatan sangat dibatasi. Pembatasan ini juga diberlakukan terhadap ibadah haji. Bahkan untuk yang satu ini Belanda sangat berhati-hati, karena pada saat itu mayoritas orang yang pergi haji, ketika ia pulang ke tanah air maka dia akan melakukan perubahan.

Contohnya adalah Pangeran Diponegoro yang pergi haji dan ketika pulang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Imam Bonjol yang pergi haji dan ketika pulang melakukan perlawanan terhadap Belanda dengan pasukan Paderinya. Muhammad Darwis yang pergi haji dan ketika pulang mendirikan Muhammadiyah, Hasyim Asyari yang pergi haji dan kemudian mendirikan Nadhlatul Ulama, Samanhudi yang pergi haji dan kemudian mendirikan Sarekat Dagang Islam, Cokroaminoto yang juga berhaji dan mendirikan Sarekat Islam. Hal-hal seperti inilah yang merisaukan pihak Belanda. Maka salah satu upaya belanda untuk mengawasi dan memantau aktivitas serta gerak-gerik ulama-ulama ini adalah dengan mengharuskan penambahan gelar haji di depan nama orang yang telah menunaikan ibadah haji dan kembali ke tanah air. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintahan Belanda Staatsblad tahun 1903.


Di Kepulauan Seribu, di Pulau Onrust dan Pulau Khayangan (sekarang Pulau Cipir), orang-orang yang pulang haji, banyak yang di karantina di sana. Ada yang memang untuk dirawat dan diobati karena sakit akibat jauhnya perjalanan naik kapal, dan ada juga yang disuntik mati kalau dipandang mencurigakan. Karena itu gelar haji menjadi semacam cap yang memudahkan pemerintah Hindia Belanda untuk mengawasi mereka yang dipulangkan ke kampung halaman.



Seperti disinggung sebelumnya, banyak tokoh yang membawa perubahan sepulang berhaji, maka pemakaian gelar H akan memudahkan pemerintah kolonial untuk mencari orang tersebut apabila terjadi pemberontakan.

Kebiasaan tersebut pada akhirnya menjadi turun temurun hingga saat ini.







SUMBER

WELCOME TO MY BLOG - SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

11:57:00 AM 0


Assalamu'alaikum... :) Selamat Datang di Blog Baruku... Tidak... Ini hanya Blog lama yang di perbarui saja :) Blog ini di dirikan sejak tahun 2013 yang dimana dulu blog ini bersifat Private. Bagaimana tidak? Karna penuh dengan curhatan iseng dari hati sang penulis Kampungan ini... Harapan saya yang kedepannya adalah, Blog ini bermanfaat untuk kalian semua, tapi jika sekiranya tidak bermanfaat, cukup Klik tanda X di browser anda :D Mudah kan tutorial pertama ini...

Selamat datang dan terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca semua ini :)
jangan lupa rating blog dibawah ini ya!
Semakin banyak rating, itu akan menambah semangat saya untuk membagikan hal-hal berguna disini.

Siapakah admin disini? Oh... Anda bisa membacanya lengkap Disini mulai dari akun Facebook sampai akun sosial lainnya. Ingin blog anda masuk ke daftar blogroll Khusunya Teknik Informatika Angkatan 2013 yuk Mari berkomentar Disini. Atau anda ingin melihat daftar isi apa saja yang ada di blog ini? klik Disini.

Cukup sekian dan terimakasih... jangan lupa berkomentar jika postingannya bermanfaat! Itu akan sangat berharga bagi saya... Maaf jika sekiranya ada salah dan khilaf...
Wassalamu'alaikum...